aristavee. Diberdayakan oleh Blogger.

About

selamat datang di Jejak Langkah Croix
RSS

Catatan Tentang Novel Forever and Always

Judul : Forever and Always
Penulis : Jenny Thalia Faurine
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
ISBN : 978-602-02-7968-8
Tahun terbit : 2016

Aku selalu menatap kamu dari dulu
Lebih dari seharusnya
Sehingga aku terluka sendirian
Jika aku sudah bisa hidup tanpa menatapmu
Haruskah aku kembali menatapmu?
Aku bukan seseorang
Yang suka menyakiti diriku sendiri, Ren.

Dan ternyata mencintai seseorang lebih menyakitkan disbanding yang selama ini mereka duga. Seva dan Ren, dua orang teman lama yang tak bertemu sejak lima tahun lalu, sore itu akhirnya mereka dipertemukan kembali.
Ada cerita di antara mereka yang belum usai. Perpisahan tak selaly jadi garis akhir sebuah hubungan.

Membaca novel ini benar-benar menguras emosi saya sebagai pembaca, sikap Seva yang tak pernah mau mengatakan perasaannya pada Ren dan Ren yang tak pernah sadar akan perasaan Seva padanya membuat cerita ini seperti lapisan langit yang tak pernah terduga ujungnya. Kisah ini sebenarnya sederhana, bercerita tentang seorang Seva yang mencintai Ren—sahabatnya semenjak kelas 12 SMA dan Ren yang selalu mencintai Anggi, walau nyatanya Anggi tak pernah dan tak akan pernah berakhir dengannya.
Barangkali cerita ini tak semudah itu untuk dicerna, penulis novel ini membuat hal yang terlihat sederhana itu menjadi rumit luar biasa. Seva yang memiliki sifat irit bicara, dan tak mudah bergaul dengan orang lain sangat berbeda dengan Ren yang bersikap supel serta menjadi pelindung Seva ketika Seva mengalami kesulitan pun saat Seva menjalani kehidupannya selama hampir tujuh tahun mengenal Ren. Kebersamaan yang tanpa Seva sadari telah melahirkan perasaan lain, bernama cinta.
Ren yang terus menceritakan tentang Anggi pada Seva—tanpa laki-laki itu tahu Seva terluka kerenanya, dan Seva yang tetap bertahan dengan egonya untuk menyimpan perasaan itu sendiri membuat cerita ini dikemas dengan menggemaskan, pembaca akan dibawa pada masalah yang ada dalam cerita ini—bahkan ketika Seva tak lagi selalu bersama Ren, perasaan itu masih tetap sama. Bagi Seva, laki-laki sebaik Kegan pun tak akan bisa menggantikan kedudukan Ren di hatinya, dan bagi Ren, seberapa banyaknya pun dirinya menjalin hubungan dengan perempuan lain, Anggi tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun—tidak juga Seva, dan Seva menyadarinya, seberapa keras pun dia berusaha agar terlihat di mata Ren, yang Ren lihat tetap bukan dirinya, melainkan seseorang yang menjadi cerita lama di antara mereka berdua—Anggi. Perempuan yang bahkan telah menjadi milik sahabat Ren—Vito.
Hingga suatu ketika ada sebuah hal besar yang benar-benar merusak persahabatan mereka, tentang Ren yang pada akhirnya tahu perasaan Seva padanya, tentang Anggi yang akan menikah dengan Vito dan tentang Seva yang memilih pergi dari hidup Ren setelah laki-laki itu menolak mentah-mentah perasaannya, pada akhirnya keduanya berpisah, Ren tak bisa menepati janjinya untuk menjaga Seva dan Seva terluka atas apa yang diperbuat Ren. Hingga, setelah lima tahun berlalu semuanya tak lagi sama—Ren terlambat menyadari perasaannya pada Seva—sahabatnya.
Karakter Ren dan Seva yang begitu kuat saya asumsikan bahwa penulis cerita ini, benar-benar membuat karakter dan pemilihan nama melalui riset dan tak asal “jadi, barangkali melalui orang-orang di sekitarnya atau mungkin sebuah kenangan yang digalinya dari masa lalu. Menilik dari segi psikologisnya, sifat pendiam Seva dan keenggananya mengungkapkan perasaan pada Ren sejujurnya dipengaruhi oleh masa lalu Seva, di mana saat Seva kecil ayahnya tak pernah bisa mengajaknya bercanda seperti kebanyakan anak di usianya, Seva tumbuh dengan dipengaruhi oleh sang Ayah yang tak bisa mengekspresikan sesuatu sebagaimana mestinya. Karakter dan alasan yang sangat pas dalam pembuatan sebuah cerita. Sebagaimana karakter manusia dipengaruhi oleh masa lalu, penulis ingin membangun karakter Seva dari segi psikodinamikanya.
Saya mengagumi cerita ini sebagai sudut pandang pembaca, cerita ini begitu mengalir dengan pembawaan yang membuat pembaca selalu tak sabar untuk membuka lembar demi lembar selanjutnya. Ada banyak emosi yang tergambar dalam cerita ini, emosi mengenai kesedihan—ketika untuk selamanya Seva ditinggal oleh kedua orang tuannya, dan ditinggalkan oleh Ren, Emosi tentang kegembiraan—ketika hari demi hari Seva menghabiskan waktunya dengan Ren dan emosi tentang kemarahan, ketika Ren marah dan merasa tertipu oleh Seva yang selama ini mencintainya diam-diam. Novel yang menyuguhkan sesuatu yang semenjak awal tak pernah terlihat manis.

Novel ke-16 Jenny Thalia Faurine ini adalah sebuah series dari Forever Series yang akan menjadi kelanjutan dari kisah Seva dan Ren. Membaca ini benar-benar akan membuat hari anda tak tenang, ketika harus menunggu sekian lama untuk series keduanya. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS